kau pribumi terpelajar! kalau mereka itu, pribumi itu, tidak terpelajar, kau harus, harus, harus. harus bicara pada mereka, dengan bahasa yang mereka tahu.
Pelajaran Hidup Tentang Adil
Dalam
hidup ini, kadang-kadang banyak hal yang tidak bisa diterima oleh logika dan
perasaan. Kita khususnya saya baru banyak berfikir tentang hidup ketika kita
dihadapkan pada suatu masalah, perasaan sendiri atau di keramaian.
Membandingkan. Ya, membandingkan adalah salah satu hal
yang bisa dilakukan ketika kita merasa ada yang salah dengan hidup ini. Seperti
yang saya rasakan beberapa hari terakhir ini. Saya menduga Tuhan sedang berlaku
tidak adil dengan kehidupan saya, melihat banyak hal yang terjadi belakangan
dan pandangan saya tentang sesuatu yang terjadi dengan orang lain. Mengingatnya
saja bisa membuat sangat sedih, frustasi dan merasa stres, eit tapi... saya
bukan orang yang seperti itu. Meskipun saya juga bukan wanita yang tegar, hmm
kadang-kadang malah sok tegar sih. Okey jadi kita mulai dari perasaan-perasaan
saya dahulu, hey bagi anda yang sangat sensitif terhadap beberapa hal namun
sulit mengungkapkannya. Tosss.. ya, saya memiliki perasaan seperti itu, saya
sadar bahwa saya bukan orang yang stupid yang tidak bisa membedakan orang-orang
yang menyukai dan membenci saya. Daaan, ada beberapa orang yang terang-terangan
memperlihatkan bahwa ia tidak menyukai seseorang. Sebenarnya, saya orang yang
lumayan realistis. Saya berfikir bahwa ketika kau tidak menyukai seseorang
yasudah katakan saja, apa susahnya. Tapi, pandangan itu akhirnya berubah entah
berapa derajat ketika saya mendapat perlakuan kurang bahagia dari seorang
teman. Semenjak itu, saya selalu berfikir bahwa tidak semua hal bisa
disederhankan seperti logika, kadang menggunakan perasaan itu sangat penting
guys. Okey back to the problem..yakni permaslahan ketidakadilan. Beberapa waktu
lalu saat dalam perjalnan ke kampus yang lumayan jauh saya akhirnya sedikit
jatuh cinta kepada diri saya. Ya... saya sedang mengakui banyak hal dari nurani
saya yang paling dalam untuk didiskusikan dengan logika saya.
Hari
itu, saya berjalan dan dalam perjanalan saya melihat banyak hal kemudian
memikirkan beberapa hal yang terjadi beberapa hari terakhir. Jadi begini, saya
punya sedikit kebiasaan aneh. Ketika sedang mengalami masalah atau sesuatu
semacamnya, saya akan berbicara dengan diri sendiri meminta pendapat. Seperti
seseorang yang memiliki dua jiwa. Anehnya, ketika berbicara saya merasa sedang
berhadapan dengan orang lain yang bukan diri saya sendiri namun sangat tahu
tentang saya. Hari itu, saya sedang mengeluh tentang sesuatu dalam hati saya,
“kenapa seperti ini?” “kenapa mesti saya” .. tiba-tiba ada sesuatu yang
berbicara dari dalam diri saya
“kamu
mau menjadi seseorang yang sempurna? Seseorang tanpa masalah sedikitpun?”
“tidak
juga, setidaknya masalah ini menjadi kekurangan dan selalu menjadi masalah yang
saya alami”
“kau
ingin seperti siapa? Nadya yang cantik, kaya tapi sombong dan bego?” wah
kadang-kadang yang ngomong dalam diri saya ini agak anarkis juga.
“atau
kayak nina yang cantik bukan main dan baik tiada tara tapi lemotnya minta
ampun” innalillah aku tersenyum sendiri mereka semua teman dekatku
“atau
kamu mau seperti rina yang cantik, baik, tapi sok pintar dan sok tahu dan
menyebalkan” aku kembali tersenyum, bukan karena senang tapi lebih kepada aku
ngeri dengan pandanganku terhadap orang-orang terdekatku.
Lama-lama
rasanya benar juga, kita tidak bisa berfikir bahwa Tuhan tidak adil. Masalah
keadilan bukan Tuhan yang harus kita masalahkan, tapi bagaimana kita
menempatkan diri kita dalam suatu posisi dimana kita merasa bahwa memang ini
yang terbaik untuk saya. Dunia selalu adil kalau kita mau membuka hati untuk
melihat, rasa adil tidak akan bisa didapatkan jika kita selalu memiliki rasa
egois. So guys hidup ini adil, selalu adil.
01.02
|
Label:
katanya hati sih
|
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Diberdayakan oleh Blogger.