kau pribumi terpelajar! kalau mereka itu, pribumi itu, tidak terpelajar, kau harus, harus, harus. harus bicara pada mereka, dengan bahasa yang mereka tahu.

Berbagi ?

Bulan suci Ramadhan adalah bulan yang sangat mulia, amal dilipatgandakan, penuh ampunan dan barokah. Mudah-mudahan, amal dan perbuatan yang dilakukan, mendapat limpahan amal dan ibadah, diterima-Nya.
Bulan suci, Ramadhan yang datang mendapat sambutan paling sempurna, bila dibandingkan dengan seebelas bulan, lainnya. Memasuki hari kesepuluh dari satu bulan puasa, berbagai kegiatan dilakukan, termasuk mengerjakan sholat pardu’in, sholat yang diwajibkan kepada umumat-Nya. Hal paling marak dilakukan dibulan ramadhan yaitu , berbagi. Berbagi dengan beragam jenis dapat dilihat dibulan ramadhan seperti bersedekah, sahur on the road, buka puasa bersama dan banyak hal lainnya. Namun, seiring banyaknya umat Islam yang menuai berkah berbagi banyak pula ‘pihak’ yang diuntungkan dari hal tersebut.
Tidak dapat dipungkiri bahwa menjelang ramadhan, sepanjang jalan akan dipenuhi ‘pengemis dadakan’, dengan modal menyodorkan kaleng atau tangan, mereka dengan mudah akan mendapat berkah ramadhan. Lalu pertanyaannya adalah mengapa orang-orang masih betah memberi kepada mereka yang tidak seharusnya mendapatkan. Menurut Temuan petugas Suku Dinas Sosial penghasilan rata-rata pengemis di Makassar mencapai Rp. 500.000,00 sampai Rp. 1.000.000,00/hari. Beberapa orang yang memberi sedekah dijalan mengaku bahwa mereka memberi dengan alasan ingin bersedekah, merasa kasihan, bahkan adapula yang memberi karena merasa terganggu.
Bukan hanya sekedar meminta dijalan, namun sebagian ‘pengemis dadakan’ memiliki banyak cara untuk mendapatkan seperti dengan berkeliling kerumah-rumah menyodorkan sebuah buku atas nama panti asuhan, sebagian lagi memilih tidur di pinggiran jalan, agar setiap orang yang melintas dapat melihatnya dengan iba.
Lalu, benarkah setiap peminta-minta dijalan merupakan ‘pengemis dadakan’,? Sulit untuk membedakan, terlebih lagi bahwa pengemis biasanya tidak tetap ditempat ia meminta-minta. cara terbaik untuk mengetahuinya adalah dengan sedikit mengobrol dengannya. Dengan mengobrol kita juga dapat memberikan edukasi kepada mereka dengan memberi beberapa masukan tentang cara mendapatkan uang yang lebih baik selain meminta-minta seperti yang dilakukan oleh Ibu Minah yang tinggal di Perintis Kemerdekaan VI, Ibu dari tiga anak ini mengaku hidup dari berjualan gorengan dipinggiran jalan semenjak ia ditinggal suaminya untuk bekerja di Malaysia yang akhirnya tak lagi memberinya kabar. Meskipun miskin, ia mengaku tak ingin ‘turun kejalan’ dan dilihat oleh ketiga anaknya yang nantinya akan mengikuti perbuatannya. Untuk membuat semua pengemis di Ibukota berpikiran seperti Ibu Minah bukanlah hal yang mudah, perlu gerakan yang serius dan dukungan dari pemerintah, Tapi semua gerakan tersebut dapat dimulai dari individu yang memberi.



Diberdayakan oleh Blogger.

Find Me

Pengikut

Sila dibongkar

and we all shine on, like the moon and the stars and the sun, (john Lennon)

and we all shine on, like the moon and the stars and the sun, (john Lennon)