kau pribumi terpelajar! kalau mereka itu, pribumi itu, tidak terpelajar, kau harus, harus, harus. harus bicara pada mereka, dengan bahasa yang mereka tahu.

Analisis Karakter Tokoh Utama dalam Drama “cermin” karya Nano Riantiano


Karakter berasal dari bahasa Yunani yang berarti “to mark” atau menandai dan memfokuskan bagaimana mengaplikasikan nilai kebaikan dalam bentuk tindakan atau tingkah laku, sehingga orang yang tidak jujur, kejam, rakus dan perilaku jelek lainnya dikatakan orang berkarakter jelek. Sebaliknya, orang yang perilakunya sesuai dengan kaidah moral disebut dengan berkarakter mulia. Pengertian karakter menurut Pusat Bahasa Dekdiknas adalah “bawaan, hati, jiwa, kepribadian, budi pekerti, perilaku, personalitas, sifat, tabiat, temperamen, watak”. Adapun berkarakter, adalah berkepribadian, berperilaku, bersifat, dan berwatak.
Karakter merupakan gambaran dari sifat-sifat yang ditunjukkan oleh tokoh, baik itu baik maupun buruk namun akan ada satu karakter yang menjadi gambaran keseluruhan dari sifat dan prilaku tokoh.
1.      Tokoh Laki-Laki
Tokoh utama dalam drama ini yaitu tokoh laki-laki yang digambarkan dengan karakter berani. Cara pengungkapan karakter tokoh yaitu :
a.       Eksplisit

·         Dilukiskan oleh tokoh sendiri
Terdapat beberapa penggambaran karakter yang dilukiskan oleh tokoh sendiri –monolog seperti contoh adegan berikut :
Kau tanamkan bibit di sini. Tumbuh sedikit demi sedikit hingga berbunga, waktu kelopak bunga itu merekah, dia bersuara seperti terompet. Suaranya memekakkan telinga. Dan Sunniii…gemanya! Gemanya melengking! Tak tahan aku untuk tidak berbuat apa-apa. Dan bisik-bisik itu. Bisik-bisik yang memerintahkan aku supaya melakukan niatku, musnahkan! Musnahkan Hancurkan! Hancurkan biar jadi abu sekalian. Dari abu kembali jadi abu, kata bisik-bisik itu dalam telinga.

Cuplikan diatas menunjukkan tokoh laki-laki yang gampang terpengaruh. Dilihat dari penjelasan kutipan tokoh pada kata “tak tahan aku tidak berbuat apa-apa” padahal awalnya ia digambarkan sangat setia, namun setelah mendapat pengaruh dari lingkungan sekitarnya yang digambarkan dalam kutipan “dia bersuara seperti terompet. Suaranya memekakkan telinga …… tak tahan aku tidak berbuat apa-apa” ia lantas berubah pikiran untuk berbuat hal yang sebelumnya tidak ia pikirkan seperti kutipan berikut “Bisik-bisik yang memerintahkan aku supaya melakukan niatku, musnahkan! Musnahkan Hancurkan! Hancurkan biar jadi abu sekalian. Dari abu kembali jadi abu 
Perhatikan pula cuplikan  adegan berikut :
Tahukah kamu mengapa aku masih tetap bisa menahan diri selama ini? Masih tetap mendampinginya meski jantung perih bukan main? Karena aku mencintai Su! Karena aku sudah bersumpah untuk tetap setia apapun yang sudah dia lakukan. (BERTERIAK) banci! Laki-laki lemah! Tidak punya tangan besi! Pendirian yang rapuh! Ya aku tahu matamu menuduhku begitu. Tidak apa-apa. Aku sama sekali tidak marah. Ini memang termasuk dalam perjanjian. Kataku selalu pada Su : lakukan tapi tanpa perasaan cinta. O, kelemahan. Apa yang kau ciptakan selama ini sebagai akibat? Mesiu apa yang kau padatkan dalam tabung bersumbu?ketidaktentraman? kekacau-balauan pikiran? Kecurigaan? Keganasan? Kegilaan? Pembalasan dendam tanpa ampun? Semua sudah kulakukan.
Dalam cuplikan kutipan diatas, dikatakan bahwa laki-laki sangat setia kepada Sunni bahkan bersumpah seperti cuplikan kutipan berikut “Karena aku mencintai Su! Karena aku sudah bersumpah untuk tetap setia apapun yang sudah dia lakukan” namun yang terjadi kemudian adalah ia mengkhianati sumpahnya, ia membunuh isteri bahkan anak-anaknya karena ia menganggap bahwa sikapnya sebagai seorang yang setia merupakan sikap pengecut seperti kutipan berikut “banci! Laki-laki lemah! Tidak punya tangan besi! Pendirian yang rapuh! Ya aku tahu matamu menuduhku begitu. Tidak apa-apa. Aku sama sekali tidak marah. Ini memang termasuk dalam perjanjian. Kataku selalu pada Su” ia berkata seperti itu kepada cermin seolah-olah orang lain yang berkata seperti itu, padahal itu merupakan kata hatinya.
Digambarkan bahwa tokoh utama setia dan sabar terbukti dari perkataannya sebagai berikut :
kukawini seorang pelacur. Kutunggui waktu dia melacurkan diri. Selalu kutentramkan hatiku karena yakin, yang dia jual Cuma tubuhnya tapi cintanya tetap untukku. Cuma untukku. Tapi yang sekarang terjadi lain. Selama bertahun-tahun aku mampu menelan kejadian-kejadian dengan sabar seperti kesabaran seorang martir.
Tokoh laki-laki digambarkan sebagai seorang yang yakin meskipun ia akhirnya menelan kenyataan yang pahit. Kutipan keyakinannya digambarkan sebagai berikut “kukawini seorang pelacur. Kutunggui waktu dia melacurkan diri. Selalu kutentramkan hatiku karena yakin, yang dia jual Cuma tubuhnya tapi cintanya tetap untukku” selanjutnya ia mengungkapkan kekecawaannya namun ia berkata bahwa ia meruakan orang yang sabar seperti kutipan berikut ini “Tapi yang sekarang terjadi lain. Selama bertahun-tahun aku mampu menelan kejadian-kejadian dengan sabar seperti kesabaran seorang martir”

b.      Implisit

·         Melalui Perbuatan Tokoh
Dalam drama ini digambarkan bahwa tokoh laki-laki membunuh isteri dan anak-anaknya serta beberapa orang yang mencoba menghalanginya, dapat dikatakan bahwa tokoh tersebut memiliki karakter yang berani dan tegas , seperti cuplikan adegan saat ia berkata “Tak lagi aku takut pada siapa pun. Su dan laki-laki itu! Berapa orang malam itu jadi korban robekan belatiku di perut mereka?” ia digambarkan pula bahwa ia merupakan seseorang yang gampang kehilangan kendali terbukti pada kutipan berikut “Ketika tugas kuselesaikan tanpa menyesal aku menuju rumah, menemui ketiga anak-anakku. Anak-anak Su. Padahal mereka tidak punya doa apa-apa. Tapi bisakah pikiran yang gelap mempertimbangkan hal itu? Dengan bedil dua loop yang pelurunya mampu menghancurkan kepala seekor bidak aku menghabisi semuanya” padahal ia sadar bahwa anak-anak itu tidak memiliki kesalahan apapun.

Digambarkan pula bahwa tokoh laki-laki tempramen terbukti dari perbuatannya yang berbicara kepada cermin lalu memecahkannya :
(BERTERIAK DAN HISTERIS)
pisauku…….pisauku………mana belati itu. Ini? Belati akan mengakhiri perasaanmu juga
(MENGGERAM)
belati…….belati……..belati……belati……..belati….
(MENUSUK MEMBABI BUTA. KEDENGARAN SUARA KACA PECAH BERKALI-KALI. LAKI-LAKI MAKIN HISTERIS)
jangan coba halangi aku Tuan berkerudung abu-abu yang tidak pernah bisa kulihat wajahnya………….jangan coba halang-halangi aku! Belati………belati………belati……

Flat Character dan Round Character.
Flat Character adalah seorang tokoh yang hanya memiliki satu sisi karakter saja. Misalnya sang tokoh di dalam cerita berkarakter baik saja atau jahat saja sedangkan Round Character adalah tokoh yang mempunyai sifat ganda atau lebih dinamis. Tokoh semacam ini mempunyai karakter yang kadang bisa berbuat baik atau bisa saja dia berbuat jahat. Jadi, dapat disimpulkan bahwa karakter tokoh utama “laki-laki” memiliki “round character” karena pada awalnya dijelaskan bahwa tokoh laki-laki memiliki karakter yang sabar dan menurut kepada sang isteri namun karena pengaruh dan bisikan-bisikan dari sekitarnya ia akhirnya menjdi berontak dan beralih untuk membunuh isteri, anak, dan orang-orang yang berusaha menghalanginya. Namun, karakter sang tokoh adalah “pemberani” jika digabungkan dari semua sifat yang ia miliki.

Diberdayakan oleh Blogger.

Find Me

Pengikut

Sila dibongkar

and we all shine on, like the moon and the stars and the sun, (john Lennon)

and we all shine on, like the moon and the stars and the sun, (john Lennon)