September
Sebentar lagi bulan september, di makasar hujan berinai rinai atau kadang hanya aku yang merasa ada hujan disini, pagi hari seperti kemarin aku tiba terlalu pagi di kamar kecil sewaanku. simpan tas, lepas jilbab, cuci muka dan lanjut untuk tertidur. itu aktifitas monotonku selama ramadhan disini. aku bisa saja packing barang dan memutuskan untuk pulang ke daerah, ke rumah. tapi, banyak yang harus diselesaikan disini.
sekarang bulan agustus, awal. aku merasa moody sepanjang hari, malas berbicara dengan 'dia'. entahlah kadang kita akan benci untuk berbicara dengan orang yang diinginkan. oh anehnya. tadi pagi setelah diantar ke kost, aku minta berhenti beberapa meter dari rumah. aku ingin berjalan sebentar sebelum terlelap pagi ini, dan benar saja pagi ini menyenangkan sebab ada seorang pria yang sdang menghirup aroma nikotin rokok di serambi kamarnya, ia nonmuslim. aku sedikit mencicipi aroma nikotin, menyesapnya pelan-pelan, oh semoga puasa tidak makruh. dan anehnya adalah aku selalu menyukai aroma yang tidak biasa seperti, saat ada waktu tertentu ketika mendung mengarak awan hitam dan angin lembut, coba diam dan tarik nafas. jika kau merasakan rasa pedih di dada maka kau akan merasa sensasi aneh di hatimu, cobalah ;)
selain itu aku menyukai aroma rokok yang dihembuskan seseorang, terlebih di cuaca yang dingin. aku juga... menykai aroma rumput basah dan tanah lumpur yang barusaja tersiram hujan. aroma-aroma tadi yang membangun suasana dihati yang kadang berubah dan kadang merasa sendiri. kau pernah merasa senang dan semangat dihari tertentu,? oh aku punya. biasanya dihari rabu menjelang pukul 16.00 haha. c'mon itu tadi keanehan saya, everybody need to different, eh lalu mengapa judulnya september, ah sudahlah terserah saja, tapi aku tetap membenci september.
02.29
|
Label:
Call Me "Alay"
|