kau pribumi terpelajar! kalau mereka itu, pribumi itu, tidak terpelajar, kau harus, harus, harus. harus bicara pada mereka, dengan bahasa yang mereka tahu.

Cerita si Kecil

Ahad, 22 september 2013. Seorang adik laki-laki menghampiriku pada sekolah ahad hari itu, katanya seperti ini “kakak, buku yang dijanjikan mana,?” aku tertegun baru tersadar janjiku pada ahad lalu. Namanya Ipul ia  10 tahun dan duduk di kelas 5 SD. Ahad lalu saat teman-temannya bermain games ia terduduk memainkan gitar milik temannya, tidak ikut bergabung padahal ia termasuk pasukan bintang paling aktif. Aku memperhatikan satu persatu mereka dan mulai menghampiri Ipul, ia melihatku sekilas dan lanjut bermain dengan gitarnya. “ipul, gak ikut main sama temannya” tanyaku. “ini sudah main kak” jawabnya sambil memperlihatkan seringai khasnya. Aku memperhatikan wajahnya lalu ia berpaling melihatku. “ kak, coba bicara” katanya, meskipun sedikit heran aku menurutinya “ipul anak yang baik, ia bermain bersama temannya bukan gitarnya” kataku dengan senyum yang masih mengembang. Ia terdiam, mengambil pensil dan kertas, mulai menulis. Aku tidak mengerti hanya memperhatikan ia menulis kata demi kata dengan begitu sulit, ia bepaling memandangku sambil menutupi tulisannya dan kembali mengambil gitarnya. Aku terdiam sedikit memahami, “kak, saya tidak terlalu tahu menulis apa yang orang bilang” jawabnya dengan polos. Aku mengambil kertas yang ia tulis tadi, kali ini ia tidak menolak namun berhenti memainkan gitarnya. Aku memerhatikan hasil tulis tangannya dari kalimat yang tadi kudiktekan, aku terkaget mendapati bahwa benar Ipul belum terlalu bisa menulis dikte, kulihat huruf-huruf dari beberapa kata tertukar atau salah penempatan. Aku tersenyum, menjelaskan kepadanya mana saja huruf yang kurang benar, masih terdiam Ia kemudian merebut kertas dan pensil dariku sambil memberi kode bahwa aku harus mendiktekannya beberapa kata. Baru kali ini Ipul terlihat sukar dalam suatu hal, biasanya ia merupakan anak yang cerdas yang cepat tanggap, ia selalu menyangkal apa yang diberitahukan dengan menjawabnya dengan hal yang lebih kreatif dan lucu. Hari ini ia tak menyangkal satu kalimat saat aku berkata “Ipul, kamu sebenarnya bisa Cuma kurang membaca. Coba liat kata yang sering kamu dengar bisa dengan mudah kamu tuliskan” ia mengangguk menghela nafas panjang, ah seperti orang dewasa saja adikku yang satu ini. “kalau begitu minggu depan kakak bawain kamu buku baca yah” sambil berkata begitu aku berdiri mengisyaratkanny untuk berdiri juga ia kemudian tersenyum segera bergabung dengan teman lainnya.
*


“Ipul…”
“iya kak”
“kakak lupa buku bacaannya, minggu depan kakak janji akan ingat bawa untukmu. Okey”
 “oh hehe santai sajalah kak, saya bisa latihan dengan baca tulisan di papan iklan sepanjang jalan, dadah kak. Assalamu alaikum”
Aku menjawab salam dengan lirih, langsung mengambil handphone dan mencatat janji itu untuk menepatinya minggu depan.
***
Note : Ipul, merupakan salah satu adik asuh di Komunitas Pecinta Anak Jalanan (KPAJ) kami menyebut mereka Pasukan Bintang.



Ipul, kelak jika besar nanti dan kamu nemu tulisan di blog kakak ini, kamu harus sudah bisa melakukan banyak hal. Janji yah ^_^

Diberdayakan oleh Blogger.

Find Me

Pengikut

Sila dibongkar

and we all shine on, like the moon and the stars and the sun, (john Lennon)

and we all shine on, like the moon and the stars and the sun, (john Lennon)