kau pribumi terpelajar! kalau mereka itu, pribumi itu, tidak terpelajar, kau harus, harus, harus. harus bicara pada mereka, dengan bahasa yang mereka tahu.
Pernah Ke Bulukumba?
Saya
termasuk orang yang suka jalan-jalan. Siapa yang gak suka jalan-jalan coba
hahahaha. Tapi, saya orang yang lumayan rempong kalo lagi jalan-jalan dan
bepergian jauh. Apalagi kalo bawa banyak barang… beuuuh, asli nyusahin. Karena
saya orangnya mabuk darat, jadi bepergian jadi satu momok yang lumayan
menakutkan dan mengenggankan. Ya tapi berkat salah seorang teman, yang
jauh-jauh hari telah saya janjikan untuk kami jalan-jalan seru rame2. Akhirnya
tepat di tanggal 14 dan 15 maret 2015, saya dan beberapa teman yang asli
ngumpulinnya susah banget hahaa. Kami berangkat ke Bulukumba untuk liburan
yeay…
Tadinya
sih kami janjian berangkat siang, tapi alhasil selepas isya barulah kita bisa
dadah2 bergembira kepada teman-teman yang melepas kepergian kami. Ada saya,
aidil, hikmah, fifi, ayu, izza, fatih, ahmad, khalis dan hamid. Perjalanan dari
Makassar ke Bulukumba ternyata lumayan panjang dan melelahkan, ini versi saya
yang tidak berdaya di atas mobil. Berangkat lepas isya dengan supir yang baru
kali ini bawa kendaraan jarak tempuh yang jauh dan dengan penumpang yang mabuk
darat karena supirnya gak enak cara bawa mobilnya (alassssan), akhirnya kami
tiba dini hari. Dan terima kasih untuk umik aidil yang setia menampung kami
selama liburan di Bulukumba, menyiapkan makanan untuk saya dan teman-teman yang
makannya gak tahu malu banget, melindungi kami dari panas, hujan, dan godaan
pohon rambutan tetangga.
Besoknya,
setelah siap-siap dan tentunya makan.. kami berangkat ke pantai Apparalang
(Bukan mama papa larang). Perjalanan dari rumah ke pantai Apparalang sekitar 40
menit, awalnya saya yang mabuk darat ini maunya naik motor saja, tapi setelah
dijelaskan detail perjalanan yang lumayan ekstrim, akhirnya saya memilih naik
mobil dengan resiko tidur sepanjang jalan. Dan iya benar, kenyataan jalan yang
ekstrim ditambah kenyataan supir yang baru kali ini ke Apparalang sukses
membuat teman-teman satu mobil istigfar sepanjang jalan dan menghilangkan mabuk
darat saya, hahaha. Satu hal yang bikin saya galau kalau bepergian ke tempat
yang viewnya indah adalah apakah saya
memilih menikmati pemandangan sampai puas atau memilih berfoto sampai puas. Jadi
strateginya, saya berfoto sampai puas dulu baru setelah itu, saya duduk
menikmati betapa besar kuasa Tuhan dan betapa berfoto itu tidak mengenal kata
puas, duduk pun saya masih selfie2 ceria. Haha dasar.
Setelah
puas dan mulai dehidrasi di Apparalang, kami kembali bergerak. Kali ini tujuannya
adalah pantai Bara dan Bira. Tiba di pantai Bira, masih dalam keadaan dehidrasi kami berpencar
mencari jodoh *eh salah, mencari kehidupan masing-masing, ada yang nyari air,
cari oleh2, cari tempat buat foto2, cari jodoh dan saya yang cari tempat buat
tiduran dan gak ketemu tentunya. Sebenarnya pantai Bira ini cantik, tapi
masalahnya adalah kami tiba pukul 12 siang, dan ini pantai guys. Alhasil setelah
makan bekal dari rumah, foto-foto sedikit, teman-teman mulai gak tenang karena
kepanasan dan gak ada tempat berteduh. Kami memilih mencari masjid terdekat
untuk shalat dhuhur.
Setelah
shalat, kami lanjut ke pantai Bara yang tidak terlalu jauh dari pantai Bira. Matahari
mulai bersahabat, saya dan teman2 akhirnya lari2 di pinggir pantai kayak model2
video klip jaman dulu, kalau saya lebih mirip cewek gagal move on yang baru
ketemu mantannya, liat air laut udah kayak liat mantan terindah *tsssaaaah.,
langsung nyebur. Pantainya cantik, pasirnya putih dan lembut terus airnya asin
(?). sepanjang sore kami main air, foto2, terus belajar renang dikit trus foto2
lagi, abis itu main pasir-pasir sambil foto2.. pokoknya sepanjang sore kita
ketawa2 aja, udah lupa sama skripsi dan tugas kuliah.
Setelah
puas main2 di pantai, kita akhirnya memilih pulang ke rumah. Dan setelah mandi
di laut, kami baru sadar gak ada tempat buat ganti baju, alhasil kami basah2an
di atas mobil plus kedinginan sepanjang jalan karena saya yang gak bisa gak
kena angin, nyusahin bener yah. Sampai di rumah, setelah bersih-bersih badan
dan makan malam. Keluarga aidil ternyata udah siapin durian buat kami, saya dan
temen2 sampai lupa ada kosa kata namanya sopan santun. Kami makan terlalu
semangat Kayak orang yang baru tau kalau ada buah namanya durian. Andthan saya mengakui, durian Bulukumba
emang beda banget sama durian2 yang dijual di Makassar, selain Karena gratis
durian Bulukumba punya rasa yang khas *kemudianngiler*. Melihat kerakusan kami,
umiknya aidil memaksa kami membawa beberapa buah untuk dibawa pulang ke Makassar,
kamsahhamnida J.
Kami
kembali ke Makassar dini hari, beberapa teman saya ada yang kuliah pagi
soalnya. Bersyukurlah saya yang udah nggak ada kuliah tapi kembali pusing
dengan ide mengerjakan skripsi, alamak. Akhirnya kami tiba di Makassar pukul 11
siang. Terima kasih banyak2 untuk teman-teman yang sebenarnya susah banget
dikumpulkan tapi akhirnya memilih spend
their time. Khususnya buat supir, adik Ahmad yang ternyata meragukan tapi
lumayan juga. Dan buat temen saya aidil dan keluarganya yang bersedia menampung
kami dan memberi makan, saya berasa pulang ke rumah loh. Sayangnya gak bisa
menikmati masakan umiknya aidil gara2 mabuk darat ini huhuhu. Dan.. sampai di
rumah dalam keadaan tepar but, senang
gak terkira juga. Banyak2 hal yang bisa saya ceritain kalau ada yang nanya. Pernah
ke Bulukumba?
09.06
|
Label:
kegiatan
|
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Diberdayakan oleh Blogger.


2 komentar
keknya keren.... pengen dah kapan2 ke sana...
Ketjenya pantai Apparalang ...
Jadi pengin mantai lagi setelah lihat postingan ini 😁
Di GunKid juga banyak pantai-pantai mempesona.
Sudah pernah kesana belum, kak ?.